tempat pulpen

Tempat Pulpen Meja: Analisa Persaingan

Begitu banyaknya pilihan tempat pulpen yang biasanya diletakkan di meja (ruang kerja atau kantor). Istilah kerennya office pen organizer.

Tidak percaya?

Lihat sendiri di pinterest.  Mungkin begitu banyaknya pilihan, sehingga keterangan di situsnya ditulis “1000+ ideas about Pen Organizer on Pinterest”.

Akh, baru 1000 dan itupun baru “ide-ide”…

Jadi sampeyan mau yang lebih banyak? Sampeyan minta, ane kasih…

Masuk ke amazon.com, dan ketik kata kunci “office pen organizer“. +10 ribu pilihan!!

Pen box

Kalau saya jadi pengusaha tempat pulpen, apa yang harus saya lakukan?

Itu kan pasar dunia, kalau pasar di Indonesia bagaimana?

Ayo kita cek…

Karena sudah masuk ke satu negara dan supaya cakupan tidak terlalu sempit, kita hindari online marketplace besar.

Kita langsung masuk ke Google.

pasar untuk kotak pulpen

Ada variasi pencarian tempat pulpen, berarti ada permintaan atas produk tempat pulpen.

Tapi kenapa ada 377 ribu hasil pencarian. Kalau begitu persaingannya tinggi dong?

Mungkin ya, mungkin tidak.

Seandainya kita cek di Google Keyword Planner, lalu kita menemukan tingkat persaingan yang tinggi atas keyword tertentu, apakah berarti harus cari bisnis lain?

Sebelum mundur dan mencari bisnis lain, alangkah baiknya mencoba mencari/masuk ke market niche.

Banyak caranya, antara lain:

  • Lihat produk-produk sejenis yang ditawarkan melalui Google Image. Nanti akan diketemukan keragaman produk tersebut.
  • Lalu, cari ide-ide produk sejenis namun terbuat dari bahan tertentu (misalnya).
  • Ulangi langkah-langkah di atas (pencarian melalui Google Search dan Google Keyword Planner) untuk melihat market niche.
  • Tentukan langkah selanjutnya berdasarkan analisa di atas.

Selamat mencoba.

Iklan

Kreativitas dan Inovasi

Mari kita pahami dulu definisi dari kreativitas dan inovasi:

“Kreativitas adalah kemampuan atau tindakan yang menghasilkan sesuatu yang asli atau tidak biasa.”

“Inovasi adalah pelaksanaan sesuatu yang baru.”

Tambahan: “Penemuan (invension) adalah penciptaan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan diakui sebagai produk dari beberapa wawasan yang unik.”

Jika seseorang memiliki puluhan ide-ide baru, berarti orang tersebut dianggap telah memiliki kreativitas namun belum bisa disebut memiliki kemampuan inovasi sampai orang tersebut melakukan dan menghasilkan sesuatu.

Seseorang harus mengambil resiko dan memberikan sesuatu untuk mewujudkan ide kreatif tersebut menjadi sebuah inovasi.

Penemuan berhubungan dengan produk atau perangkat atau metode yang belum pernah ada sebelumnya. Jadi, setiap penemuan merupakan inovasi, namun belum tentu setiap inovasi merupakan penemuan.


Wah, bagi saya agak sulit dipahami tulisan di atas.

Memang lebih mudah bila menggunakan contoh  ekstrim sebagai berikut:

Jika kita memiliki ide untuk membuat sabun awet muda, kita dibilang sudah memiliki kreativitas, namun belum bisa dibilang memiliki inovasi sampai kita memproduksi sabun awet muda tersebut.

Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya kita mengambil resiko dengan meluangkan waktu, tenaga dan biaya untuk menciptakan sabun awet muda.

Itulah yang disebut inovasi.

Ok, ternyata usaha tersebut berhasil.

Saat kita akan mengklaim bahwa sabun awet muda tersebut merupakan yang pertama kali ada di dunia (penemuan = inovasi), ternyata seorang ibu dari kampung tetangga telah membuat sabun yang sama seminggu yang lalu (inovasi tapi bukan penemuan).


Sekarang, saya dan Anda sudah mengerti maksud dan perbedaannya.

Lalu, apa hubungannya dengan peluang usaha?

Hampir setiap orang memiliki kreativitas atau ide-ide usaha, namun hanya pengusaha saja yang memiliki keberanian untuk merubah ide-ide tersebut menjadi inovasi.

Sering kita merasa terbebani untuk memiliki sesuatu yang unik dulu untuk mulai usaha.

Iya benar… bila kita mau menciptakan penemuan (invention), padahal seseorang pengusaha tidak selalu harus memiliki invention. Kata orang, “Jangan mikir yang jauh-jauh.”

Ok, hilang sudah satu beban…

Lalu, bagaimana merangsang ide-ide cemerlang yang bisa dilanjutkan dengan inovasi?

Cukup mengamati dan belajar dari yang sudah ada, lalu pikirkan apa ada yang bisa ditambahkan, dikembangkan, dirubah untuk kemajuan dan sebagainya

Kembali ke contoh sabun awet muda:

Bila kita mau mengamati dan belajar dari lingkungan tetangga (khususnya ibu yang menciptakan sabun awat muda tersebut), mungkin kita memiliki ide untuk membuat sabun awet muda yang sama namun dengan wangi yang bertahan 1X24 jam.

Contoh lain:

Ketika kita ingin mendongkrak angka penjualan dan melihat perusahaan lain memiliki situs web, kita memiliki ide untuk membuat situs yang benar-benar disesuaikan dengan usaha sehingga akhirnya dapat meningkatkan penjualan.

Intinya begini saja…

Mulai mengamati dan belajar lingkungan sekitar, lalu berinovasi (melalui tindakan nyata) dengan proses baru, metode  baru, kemitraan, model bisnis dan sebagainya.

Bila aktivitas berinovasi dengan tindakan sudah dilakukan, terlepas apakah berhasil atau tidak, kita adalah pengusaha.