Kreativitas dan Inovasi

Mari kita pahami dulu definisi dari kreativitas dan inovasi:

“Kreativitas adalah kemampuan atau tindakan yang menghasilkan sesuatu yang asli atau tidak biasa.”

“Inovasi adalah pelaksanaan sesuatu yang baru.”

Tambahan: “Penemuan (invension) adalah penciptaan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan diakui sebagai produk dari beberapa wawasan yang unik.”

Jika seseorang memiliki puluhan ide-ide baru, berarti orang tersebut dianggap telah memiliki kreativitas namun belum bisa disebut memiliki kemampuan inovasi sampai orang tersebut melakukan dan menghasilkan sesuatu.

Seseorang harus mengambil resiko dan memberikan sesuatu untuk mewujudkan ide kreatif tersebut menjadi sebuah inovasi.

Penemuan berhubungan dengan produk atau perangkat atau metode yang belum pernah ada sebelumnya. Jadi, setiap penemuan merupakan inovasi, namun belum tentu setiap inovasi merupakan penemuan.


Wah, bagi saya agak sulit dipahami tulisan di atas.

Memang lebih mudah bila menggunakan contoh  ekstrim sebagai berikut:

Jika kita memiliki ide untuk membuat sabun awet muda, kita dibilang sudah memiliki kreativitas, namun belum bisa dibilang memiliki inovasi sampai kita memproduksi sabun awet muda tersebut.

Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya kita mengambil resiko dengan meluangkan waktu, tenaga dan biaya untuk menciptakan sabun awet muda.

Itulah yang disebut inovasi.

Ok, ternyata usaha tersebut berhasil.

Saat kita akan mengklaim bahwa sabun awet muda tersebut merupakan yang pertama kali ada di dunia (penemuan = inovasi), ternyata seorang ibu dari kampung tetangga telah membuat sabun yang sama seminggu yang lalu (inovasi tapi bukan penemuan).


Sekarang, saya dan Anda sudah mengerti maksud dan perbedaannya.

Lalu, apa hubungannya dengan peluang usaha?

Hampir setiap orang memiliki kreativitas atau ide-ide usaha, namun hanya pengusaha saja yang memiliki keberanian untuk merubah ide-ide tersebut menjadi inovasi.

Sering kita merasa terbebani untuk memiliki sesuatu yang unik dulu untuk mulai usaha.

Iya benar… bila kita mau menciptakan penemuan (invention), padahal seseorang pengusaha tidak selalu harus memiliki invention. Kata orang, “Jangan mikir yang jauh-jauh.”

Ok, hilang sudah satu beban…

Lalu, bagaimana merangsang ide-ide cemerlang yang bisa dilanjutkan dengan inovasi?

Cukup mengamati dan belajar dari yang sudah ada, lalu pikirkan apa ada yang bisa ditambahkan, dikembangkan, dirubah untuk kemajuan dan sebagainya

Kembali ke contoh sabun awet muda:

Bila kita mau mengamati dan belajar dari lingkungan tetangga (khususnya ibu yang menciptakan sabun awat muda tersebut), mungkin kita memiliki ide untuk membuat sabun awet muda yang sama namun dengan wangi yang bertahan 1X24 jam.

Contoh lain:

Ketika kita ingin mendongkrak angka penjualan dan melihat perusahaan lain memiliki situs web, kita memiliki ide untuk membuat situs yang benar-benar disesuaikan dengan usaha sehingga akhirnya dapat meningkatkan penjualan.

Intinya begini saja…

Mulai mengamati dan belajar lingkungan sekitar, lalu berinovasi (melalui tindakan nyata) dengan proses baru, metode  baru, kemitraan, model bisnis dan sebagainya.

Bila aktivitas berinovasi dengan tindakan sudah dilakukan, terlepas apakah berhasil atau tidak, kita adalah pengusaha.